Mengenal Wali-Wali Allah

kaligrafi-shalatBismillahirrahmanirrahim

Pada tulisan kali ini, penulis akan membagikan sedikit mengenai Wali Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa wali-wali Allah adalah orang-orang yang memiliki iman dan ketaqwaan yang tinggi. Para wali merupakan insan pilihan Allah yang diberikan amanah sebagai utusan Allah untuk mengembalikan akhlak manusia sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw.

Perubahan dan perkembangan zaman menjadikan akhlak dan moral manusia mengalami pasang surut, terutama bagi mereka yang menjadi semakin jauh dari Islam, atau bahkan mungkin tidak mengenal Islam sama sekali. Oleh karena itulah, pada masa surutnya akhlak dan moral manusia, Allah akan hadirkan dan utus insan-insan pilihan-Nya yang memiliki derajat wali Allah. Wali-wali Allah merupakan penerus perjuangan Rasulullah saw. Wali-wali Allah inilah yang ditugaskan untuk mengembalikan akhlak dan moral manusia ke tingkat tertinggi hingga terpatri dalam jiwa manusia. Continue reading

10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga berdasarkan hadits berikut:
Tercatat dalam “ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH“ dari sahabat Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah masuk ke rumah Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar kabar gembira?” Aisyah menjawab : “Tentu, ya Rasulullah.” Lalu Nabi SAW bersabda, ”Ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim; Umar masuk surga dan kawannya Nuh; Utsman masuk surga dan kawannya adalah aku; Ali masuk surga dan kawannya adalah Yahya bin Zakariya; Thalhah masuk surga dan kawannya adalah Daud; Azzubair masuk surga dan kawannya adalah Ismail; Sa’ad masuk surga dan kawannya adalah Sulaiman; Said bin Zaid masuk surga dan kawannya adalah Musa bin Imran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya adalah Isa bin Maryam; Abu Ubaidah ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya adalah Idris Alaihissalam.”

Kisah singkat 10 Sahabat Continue reading

Ibnu Hajar Al Asqalani

IBNU HAJAR AL-‘ASQOLANI (773-852 H)

Nama sebenarnya Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Hajar, al Kinani, al ‘Asqalani, asy Syafi’i, al Mishri. Kemudian dikenal dengan nama Ibnu Hajar, dan gelarnya “al Hafizh”. Adapun penyebutan ‘Asqalani adalah nisbat kepada ‘Asqalan’, sebuah kota yang masuk dalam wilayah Palestina, dekat Ghuzzah.

Beliau lahir di Mesir pada bulan Sya’ban 773 H, namun tanggal kelahirannya diperselisihkan. Beliau tumbuh di sana dan termasuk anak yatim piatu, karena ibunya wafat ketika beliau masih bayi, kemudian bapaknya menyusul wafat ketika beliau masih kanak-kanak berumur empat tahun. Continue reading